Cerpen terbaru: Programmer and Love

by 5:50 AM 0 comments


Programmer adalah pekerjaan yang agak sulit ditekuni dan hanya bisa dipahami beberapa orang saja. Jadi programmer itu harus pandai – pandai mengolah otak pikirannya agar bisa membuat sebuah program yang baik. Jadi programmer itu harus teliti, satu kesalahan aja bisa bikin rusak semua script. Dan kebanyakan proggramer itu menghabiskan banyak waktunya untuk menghadap teman setianya, yaitu Laptop. Tak mengherankan bahwa banyak programmer itu Jomblo atau gak bisa nemuin pacar mereka. Ya so pasti karena mereka terlalu banyak menghabiskan waktunya untuk teman mesinnya.  Tapi, hal itu tidak terjadi padaku. Karena bagiku anak programmer itu orangnya istimewa. So, aku percaya gak ada hal yang bisa dilakukan Programmer.
Namaku Muhammad Hisyam Mursyid, berumur 15 tahun, dan sudah lebih dari 2 tahun mengarungi Dunia programmer ini. 1/3 hariku kuhabiskan di depan teman bisuku ini. Kebiasaanku ini membuatku agak diasingkan dari teman-teman sekolahku dulu. Dianggap anak aneh, pendiam, dan lain-lain tetap tak membuatku patah semangat menekuni hobiku ini. Kurasa laptopku ini adalah teman sejatiku. karena, Saat diluar aku di anggap orang aneh.  Namun, di dunia maya aku dianggap sebagai The Master. Dengan semua hal yang kujalani, memang kurasakan gembira di Hati. Namun, kurasa aku masih membutuhkan sesuatu yang mengisi hati ini, yaitu Cinta.
Sekarang aku bersekolah di SMA dan masih duduk di kelas 10. Beruntunglah, di sekolah baruku ini aku tak diasingkan. Tapi aku tahu, itu takkan berjalan lama. Disini aku duduk bersebelahan dengan seorang cewek bernama Sabrina. Dia adalah orang tercerdas di kelasku, dan mungkin akan jadi saingan terberatku. Dia tak terlalu cantik, tapi sangat perhatian padaku. Dia selalu memandangku dengan mata bulatnya tiap kali aku melihatnya. Juga mengganguku dengan nada telponnya tiap malam yang selalu ku jawab dengan si reporter di Tvku. Entah mengapa, dia masih saja menelponku tiap malam. Walaupun malamku agak membosankan karena tiap hari berhadapan dengan  Layar perusak mata, tapi kurasa malamku akan lebih membosankan jika aku mengangkat telponnya.
Hari- haripun berlalu dengan sangat cepat. Dan Hari ini adalah hari pengujian belajarku selama setengah semester atau yang biasa disebut dengan UTS.  Di UTS ini bangku duduk di acak kembali, sehingga aku bisa tenang dari si parasit itu. Dan mungkin tuhan mengabulkan doaku semalam. Di UTS ini aku duduk dengan seorang wanita yang menurutku Sangat – sangat berbeda dengan yang lainnya. Parasnya yang begitu menawan, tinggi, putih, dan lainnya yang membuatku agak sedikit menaruh hati padanya. Dalam benakku hanya terdapat dirinya, yang seolah menggugah hatiku agar bisa mendapatkan dirinya.
Ulangan tiba-tiba berlalu dan waktu istirahatpun tiba. Namun, dalam otakku masih saja terbawa dengan pesona wanita itu, sampai- sampai aku tak dengar panggilan temanku yang sudah menunggu berjam-jam yang lalu. Dialah teman baruku disini. Dia bukanlah anak yang terlalu pintar, tapi di Ulangan dia selalu keluar paling awal. Silang indah selalu dia pilih untuk menyelesaikan kertas penguji otak itu. Kehidupannya yang menjadi PlayBoy memberiku sedikit kesempatan untuk belajar darinya.  Mukanya memang tak setampan Boy William, tapi entah mengapa banyak wanita yang terkagum-kagum padanya. Dia lalu memandangku dengan muka agak sedikit kesal dan setitik kata keluar dari mulutnya  “Lama” . “ Biasa lah” jawabku. Tanpa ada kata isyarat lagi, kami berdua langsung menuju kantin untuk mengisi otak low batt ini.  Aku menceritakan hal yang baru saja kutemui, dan dia memberikan respons yang cukup bagus yaitu dengan memberikan setengah keahliannya padaku.
Bulanpun datang lagi, seolah-olah tak tahu apa yang baru saja kulewatkan tadi siang. Website selalu menemaniku tiap malam, sebagai penambah keahlianku. Tapi entah mengapa, aku sedang malas membukanya. Buku pelajaranpun masih belum dinodai oleh tanganku. Walaupun tubuh ini terus memanggiliku untuk menuju ranjangnya, namun pikiranku masih terbawa oleh si Wanita itu. Akupun tidur sampai terlarut-larut oleh dinginnya Malam.
Sinar kemerah-merahan yang meroket dari ujung timur, membawa tubuhku untuk berdiri menatap serakan buku dan barangku. Mandi, merapikan kamar, sudah menjadi kewjibanku. Dengan rasa yang cukup senang, kakipun membawaku menuju ke sekolah. Duduk bersamanya kembali merupakan hal yang paling kusukai sekarang. Dengan curi-curi kesempatan, ku sering memandang wajahnya. Ya, begitulah yang kulakukan hingga istirahat jam menjemput. Ibu kantin yang sudah menungguku dari tadi, kutinggalkan sebentar untuk bertemu si wanita itu. Sekedar untuk mempraktekan sedikit tips yang diberikan temanku kemarin. Cara bicaraku yang agak sedikit canggung kepadanya, membuatku agak sedikit malu. Memang inilah cinta pertama yang kurasakan, tapi walaupun begitu aku tetap mendapatkan nomor telephonenya.
Dengan kembali mempraktekan sedikit tips dari temanku, aku menelponnya tiap malam tiba. Berbincang-bincang, ngegombal menjadi hal yang tak asing lagi bagiku. Untung saja dia tak menjadikanku seperti saat aku ditelpon oleh sabrina. Memang bukan hal yang mudah untuk mendapatkan topik yang seru saat berbicara dengannya. Malam-malamkupun berlalu seperti ini secara terus menerus, hingga tak terasa sekarang ku makin dekat dengan dirinya. Dunia programmerpun lama- lama ku lepaskan. Mungkin sekaranglah waktu yang tepat untuk menyatakan perasaanku padanya.
Kupanggil seluruh teman kelasku untuk membantu memberikan kejutan pada si wanita itu. Bunga, coklat, secarik puisi yang sudah kuhafalkan semalam, sudah dipersiapkan secara matang. Aku langsung menarik tangan wanita itu dan membawanya ke tengah Lapangan. Dan kurasa latihan semalam berjalan sukses, tanpa ada sedikit kesalahan. Dia mau menerima cintaku. Wow, ternyata beginilah rasanya cinta. Tak bisa diungkapkan dengan kata, namun bisa dirasakan. Sungguh benar-benar karunia Allah yang sangat luar biasa.

Namun, kebahagiaan ini tak bisa kuarungi dalam waktu yang lama. Hanya satu bulan yang bisa kutempuh bersamanya. Setidaknya aku pernah merasakan cinta anugrah tuhan ini. Sekarang ku kembali menekuni Dunia programmer, untuk mengisi kekosongan hati ini. Tak ada lagi wanita yang menempel dihatiku. Malamku pun kutempuh dengan hal yang agak sedikit membosankan. Hingga tak lama setelah itu, ada sebuah telephone masuk dari salah satu temanku. Tak dipungkiri lagi, dia adalah sabrina. Kucoba mengangkat telephone itu untuk pertama kali. Dan hal yang agak berbeda kurasakan. Ku merasa agak nyaman saat berbincang dengannya. Mungkinkah ini cinta sejati yang diimpikan banyak orang?


Created by: Muhammad Razin
Facebook: Muhammad Razin
Twitter: @muhammadrazin77
Instagram: @muhammadrazin77

Jeriken

Developer

Namaku Muhammad Razin - Kita disini untuk belajar bersama. Sharing tentang pelajaran bisa dilakukan disini. Belajarlah selagi bisa. Nothing is Impossible!

0 comments:

Post a Comment